Minggu, 25 Mei 2008

HARGA BBM NAIK

Mulai Sabtu 24 Mei 2008 pukul 00.00 pemerintah menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak). Dalam harga baru itu,bensin naik dari Rp.4.500 menjadi Rp.6.000 per liter. Solar yang semula Rp.4.300 menjadi Rp.5.500 per liter. Sedangkan minyak tanah terkerek dari Rp.2.000 menjadi Rp.2.500 per liter.

Kenaikan rata-rata 28.7 persen itu diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yugiantoro Di Kantor Menko Perekonomian tadi malam. Hadir dalam pengumuman tersebut,Menteri Kesra Aburizal Bakrie,Mensos Bachtiar Chamsyah,dan Menhub Syafii Djamal.

Kenaikkan itu adalah yang ketiga dilakukan pemerintah SBY. Pertama pada 1 Maret 2005 yang naik rata-rata 30 persen. Kedua pada 1 Oktober 2005,yang naik diatas 100 persen.

Kenaikkan BBM di tempuh SBY setelah harga minyak dunia terus melejit. Harga terakhir mencapai USD 132 per barel. Karena posisi Indonesia net impor,subsidi BBM pun ikut membengkak. Saat ini subsidi BBM di APBNP Rp.126,8 triliun,dengan bantalan Rp.8,2 triliun. Bila tidak ada kenaikan,subsidi BBM akan membengkak menembus Rp.190 triliun.

Untuk meredam gejolak masyarakat,Sabtu pagi pukul 09.00,pemerintah langsung membuka keran pencairan dana BLT (bantuan langsung tunai).

Sepuluh kota penerima BLT tahap awal adalah Jakarta,Bandung,Surabaya,Makassar,Medan,Banjarmasin,Kupang,Jogjakarta,Palembang,dan Semarang.

Subsidi BLT itu akan diberikan kepada 191,1 juta RTS (rumah tangga sasaran). Setiap RTS per bulan akan mendapatkan Rp.100.000. Tahap awal diberikan tiga bulan sekaligus sebesar Rp.300.000.Menurut Menko Kesra,pada 15 Juni,diharapkan seluruh Indonesia mendapat kartu BLT.