Kamis, 27 Maret 2008

Produser AAC Ngadu Ke DPR

Banyaknya film AYAT-AYAT CINTA (AAC) yang dibajak ternyata membuat sang produser, Manoj Punjabi, merasa kuatir. Seolah tak ingin membuang waktu agar filmnya tidak terus menerus dibajak, Manoj pun mengadu ke DPR, Rabu (26/3).
"Kedatangan saya untuk meminta dukungan agar pembajak segera diberantas. Mereka harus bisa menghargai hasil karya orang lain," kata Manoj, saat ditemui usai mendatangi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Bak gayung bersambut, kedatangan Manoj pun diterima oleh Ketua Komisi X DPR dari FPKS, Irwan Prayitno. Kata Irwan, pihaknya sangat mendukung langkah pihak MD Entertaiment dalam membasmi pelaku pembajakan.

"Mereka datang mengadu bahwa banyak pembajakan dalam VCD dan CD atas karya mereka tersebut. Dan itu jelas merugikan mereka atau pelaku seni lainnya yang karyanya dibajak. PKS mendukung upaya mereka karena bagi PKS pembajakan adalah perbuatan kriminal," ujar Irwan.

Irwan menambahkan, FPKS juga mendukung langkah MD Entertaiment untuk menempuh jalur hukum.

"Karena tadi ada Pak Soeripto (Anggota Komisi III Bidang Hukum FPKS), maka beliau akan menemani mereka melaporkan pelaku pembajak ke Bareskrim Mabes Polri, yang rencananya akan dilakukan Senin depan," katanya.

Rilis Album Perdana, Panji Pragiwaksono Ingin Legalkan Pembajakan

Nama Panji Pragiwaksono Wongsoyudo memang belum banyak dikenal pecinta musik di seluruh tanah air. Namun pria yang berprofesi sebagai penyiar radio, presenter program televisi, MC, juga entrepreneur REF Basketball Clothing dan pembawa acara Good Morning Hardrockers di stasiun HardRock FM ini ternyata juga bisa nge-rap. Paling tidak, itu dibuktikannya dengan meluncurkan album PROVOCATIVE PROACTIVE, yang disebutnya gaya hidup baru.

"Bagi saya, ini pemikiran baru," katanya dalam jumpa pers peluncuran album perdananya itu di Jakarta, Selasa (25/3).


PROVOCATIVE PROACTIVE, menurutnya, adalah suatu ajakan memprovokasi diri untuk keluar dari zona kenyamanan dan menjadi lebih kritis mempertanyakan hal-hal yang selama ini dianggap biasa.


"Kalau ada pendidikan gratis (sembilan tahun, untuk anak-anak hingga remaja), kenapa tidak kita buat musik juga gratis?" Ini salah satu pemikiran baru dari kaca mata Panji.


Berangkat dari pemikiran itu, ia pun menciptakan lagu Bajak Lagu Ini yang dikatakannya sebagai paling mewakili judul albumnya. "Kalau suka lagu ini nggak apa-apa, bajak aja dan bantuin gue sebarkan ke seluruh negeri," katanya.


Meski demikian, ia mengaku tidak mendukung pembajakan, dan menyatakan bahwa kegiatan ilegal itu tidak bisa diberantas kecuali dilegalkan.


Di New York, AS ada tempat khusus yang menjual barang bajakan tetapi dikenakan pajak kota, bukan negara bagian, begitu Panji menuturkan apa yang sempat diketahuinya ketika berkunjung ke kota Big Apple tersebut, dulu.

INFO

Sahabat Kena Narkoba, Tumbal Pengajak Tobat


Di antara teman-temanku, ada satu yang meninggalkan kesan mendalam. Dia adalah temenku SMA. Sebut aja Anton. Aku kenal Anton sejak kelas satu. Karena sering main-main ke rumahnya, aku jadi kenal sama keluarga Anton. Nah, karena paling akrab sama keluarga Anton itulah, aku pernah dimanfaatkan mamanya.

Yah, memang bukan disuruh-suruh, sih. Tapi, urusannya malah jauh lebih susah karena berurusan sama narkoba. Ya, aku diutus mama Anton untuk mengajak anaknya kembali ke jalan yang benar. Hiyaa…

Kapan Anton mulai kena jerat narkoba? Aku juga nggak tahu. Yang jelas, kelasku memang punya dua geng besar. Pertama geng olahraga, kedua geng anak nongkrong. Nah, aku termasuk golongan pertama. Maklum, aku memang paling nggak tahan kalau lihat bola basket. Rasanya pengin aku mainkan. He he he.

Meskipun punya dua aliran, bukan berarti kelas kami pecah. Kami cuma ngegeng karena beda minat aja.

Nah, awalnya Anton tergabung dalam geng olahraga. Tapi, nggak tahu kenapa, masuk kelas dua, dia memisahkan diri. Mendadak, dia sering hang out sama anak nongkrong. Aku dan anak-anak olahraga mengira Anton cuma jenuh. Tapi, lama-lama Anton jadi nggak pernah main basket. Wah, kami heran juga. Tapi, mau gimana lagi?

Akhirnya, aku tahu alasan Anton pindah geng dari mama Anton. Waktu itu, aku ditelepon mamanya. Beliau bilang, Anton ketahuan bawa narkoba di tasnya! Sumpah, waktu itu aku kaget banget. Anton, kok bisa sih?

Seketika itu, ada rasa bersalah saat tahu tragedi yang menimpa sahabat baikku tersebut. Kenapa aku nggak pernah tanya-tanya sama dia ya? Apalagi, pas mendengar suara mama Anton di telepon. Aduuh… aku kasihan dan simpati banget sama beliau.

Sejak itu, mama Anton selalu telepon dan minta tolong agar anaknya nggak deket-deket sama geng nongkrong. Wah, tugas susah tuh! Apalagi, anak yang udah kena narkoba gitu kan pasti bakal kena pengaruh terus dari temen-temen sesama pemakai.

Aku pun memutar otak. Akhirnya, aku pilih pakai cara halus. Tiap senggang, terutama weekend, aku selalu ajak Anton main basket bareng. Kalau dia bilang ada janji, aku tetep maksa. Bahkan, aku sering pakai acara ngotot segala.

Sejak Anton menjalani rehabilitasi sampai udah keluar, aku terus mendampingi. Saat itu, aku bener-bener ikhlas menolong. Aku tahu Anton anak baik. Sebelum kena barang haram tersebut, prestasi Anton di kelas lumayan. Apalagi prestasi di lapangan basket. Top, deh. Syukur, lama-lama Anton sadar. Karena mulai terbiasa nggak menyentuh narkoba, dia nggak mau lagi pakai barang haram itu. (put/dat)


Yogi Finanda
Pemain Film Apa Artinya Cinta