Mulai Sabtu 24 Mei 2008 pukul 00.00 pemerintah menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak). Dalam harga baru itu,bensin naik dari Rp.4.500 menjadi Rp.6.000 per liter. Solar yang semula Rp.4.300 menjadi Rp.5.500 per liter. Sedangkan minyak tanah terkerek dari Rp.2.000 menjadi Rp.2.500 per liter.
Kenaikan rata-rata 28.7 persen itu diumumkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yugiantoro Di Kantor Menko Perekonomian tadi malam. Hadir dalam pengumuman tersebut,Menteri Kesra Aburizal Bakrie,Mensos Bachtiar Chamsyah,dan Menhub Syafii Djamal.
Kenaikkan itu adalah yang ketiga dilakukan pemerintah SBY. Pertama pada 1 Maret 2005 yang naik rata-rata 30 persen. Kedua pada 1 Oktober 2005,yang naik diatas 100 persen.
Kenaikkan BBM di tempuh SBY setelah harga minyak dunia terus melejit. Harga terakhir mencapai USD 132 per barel. Karena posisi Indonesia net impor,subsidi BBM pun ikut membengkak. Saat ini subsidi BBM di APBNP Rp.126,8 triliun,dengan bantalan Rp.8,2 triliun. Bila tidak ada kenaikan,subsidi BBM akan membengkak menembus Rp.190 triliun.
Untuk meredam gejolak masyarakat,Sabtu pagi pukul 09.00,pemerintah langsung membuka keran pencairan dana BLT (bantuan langsung tunai).
Sepuluh kota penerima BLT tahap awal adalah Jakarta,Bandung,Surabaya,Makassar,Medan,Banjarmasin,Kupang,Jogjakarta,Palembang,dan Semarang.
Subsidi BLT itu akan diberikan kepada 191,1 juta RTS (rumah tangga sasaran). Setiap RTS per bulan akan mendapatkan Rp.100.000. Tahap awal diberikan tiga bulan sekaligus sebesar Rp.300.000.Menurut Menko Kesra,pada 15 Juni,diharapkan seluruh Indonesia mendapat kartu BLT.
Minggu, 25 Mei 2008
Selasa, 06 Mei 2008
Kasus Minyak, Moral Masyarakat Tergerogoti
KASUS ricuhnya Operasi Pasar minyak goreng bersubsidi di Kecamatan Gubeng, Surabaya Selasa (8/4) lalu, pertanda buram bagi kelangsungan kehidupan berbangsa. Sementara itu, berbagai kalangan berpendapat, krisis minyak di dalam negeri telah menggerogoti moral masyarakat secara sistemik.
April MOP, begitu masyarakat awam menandai berbagai agenda peristiwa pada bulan ke empat Masehi. Sejak minggu pertama April 2008, pemerintah propinsi maupun kota dan kabupaten se Indonesia ramai-ramai menggelar pasar murah minyak goreng. Itu pula yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Selain di Gubeng, operasi serupa digelar di Kecamatan Tandes dan Sawahan. Namun di Gubeng yang berlangsung ricuh.
KEPENTINGAN RAKYAT
“Krisis minyak telah menggerogoti moral masyarakat. Budaya sabar daan santun yang dulu menjadi nilai utama masyarakat Indonesia, kini menjadi hal yang asing,” ujar Sosiolog Hendrawan Santoso menggambarkan tingginya tensi emosi masyarakat karena kebijakan pemerintah yang cenderung bias. Ditegaskannya, jika moral bangsa tidak ingin runtuh, visi dan sikap pemerintah harus tegas dan jelas dalam membela serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Sebab, menurut Hendrawan, publik tak bisa lagi diharapkan kesabaraannya ketika dihadapkan pada persoalan hajat hidup. Krisis minyak, baik minyak tanah maupun minyak goreng telah menggerus moral masyarakat secara sistemik. Itulah sebabnya, kata dia, mengapa operasi pasar selalu diwarnai kericuhan. Tidak terkecuali Operasi Pasar minyak goreng di lapangan Softball Jl.Dharmawangsa, kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng. Antrean warga yang ingin mendapatkan minyak goreng sebanyak 2 liter (harga Rp 19.500 per kepala keluarga) hingga mencapai 50 meter, berubah amuk massa ketika merasa dirugikan. Truk pembawa minyak goreng menjadi sasaran kemarahan warga. Beruntung kasus tersebut tak sampai melebar menjadi amuk massa yang beringas setelah mendapat jaminan bahwa warga mendapat minyak goreng murah.
Ditemui terpisah, Direktur Pusat Studi pengembangan Potensi Masyarakat Kota (PSP2M) Susilo Danurwindo, menyayangkan sikap pemerintah yang selalu menggunakan teori “peruntungan” dalam menangani persoalan publik. Bak orang berjudi, posisi pemerintah mengedepankan peruntungan nasib. Pemerintah tidak pernah memperhitungkan berbagai resiko. “Selain resiko yang bakal ditanggung publik juga resiko pasar”.
Danur mencontohkan kekosongan minyak goreng di pasaran Kalimantan Selatan dan Tengah. Ini juga terjadi di beberapa daerah lainnya. Yang aneh, kata dia, kekosongan minyak goreng curah justru terjadi menjelang dilaksanakannya operasi pasar oleh pemerintah setempat. Pemerintah juga tidak berusaha mencari tahu.
“Kini, praktek kotor yang dimainkan pedagang telah menjadi trend. Setiap akan diadakan pasar murah, tiba-tiba stock barang lenyap. Ini artinya operasi pasar tidak membawa manfaat. Apa artinya operasi pasar jika minyak tetap mencekik leher masyarakat,” tandasnya.
Ditegaskan oleh Danur, krisis minyak di dalam negeri tidak hanya dipacu mahalnya harga minyak goreng. Kebijakan pemerintah mengkonversi minyak tanah ke gas elpiji untuk menghemat APBN sebesar Rp 30 triliun juga mengikis harapan hidup masyarakat. Pemerintah dinilainya ambivalen. Di satu sisi berketetapan keras meniadakan subsidi minyak tanah, tetapi di sisi lain pemerintah tidak menjamin meratanya distribusi pembagian kompor dan tabung gas kepada masyarakat miskin. Pemerintah juga tidak menjamin amannya distribusi gas elpiji.
MENYEDIHKAN
Peristiwa yang cukup menyedihkan bahkan terjadi sebagaimana diberitakan harian Jawa Pos (10/4). Seorang warga Tandes, Surabaya, bernama Siti Suyono (42 tahun) meninggal dunia setelah antre minyak tanah di Tandes. Slamet, suaminya menceritakan sejak pukul 07.00 Siti sudah berada di barisan para pengantre minyak tanah (mitan), disebuah agen di kawasan tandes. Pangkalan mitan itu jaraknya 200 mter. Karena itu, Siti cukup berjalan kaki untuk sampai pangkalan. Memang, kata Slamet selama ini keluarganya menggunakan kompor minyak untuk keperluan masak memasak, sehingga ketika mitan ditarik Pertamina sebagai bagian dari program konversi mitan ke elpiji, Slamet dan istrinya kelabakan. Sudah beberapa kali keluarga itu harus mencari mitan yang makin langka di pasaran tersebut.
Sementara itu ketika dimintai pendapatnya, Sjamsul Huda, anggota Komisi B DPRD Jatim menyampaikan, bahwa fenomena menyedihkan yang terjadi di lapangan hendaknya menjadi perhatian serius dari pemerintah, khususnya Pertamina. “Kalau perlu hentikan sementara konversi tersebut sampai betul-betul jaringan distribusi elpiji lancar dan tidak ada perbedaan harga elpiji tabung kecil dengan tabung besar, kemudian mitan juga jangan buru-buru ditarik, cukup naikkan saja sebesar harga solar.”ujarnya. Lalu lakukan konversi pada daerah tertentu sebagai pilot proyek, sebelum ditetapkan pada seluruh daerah, imbuh Sjamsul Huda.
“Bila dilanjutkan tanpa peduli kesulitan masyarakat hal ini akan mengancam kelangsungan kehidupan berbangsa. Potret sosial yang buram ini, memicu percepatan tekanan emosi dan integritas manusia sebagai insan sosial. Sebagai bukti, selain mulai kehilangan jati diri, masyarakat juga cepat marah dan mudah putus asa.” tandasnya.
April MOP, begitu masyarakat awam menandai berbagai agenda peristiwa pada bulan ke empat Masehi. Sejak minggu pertama April 2008, pemerintah propinsi maupun kota dan kabupaten se Indonesia ramai-ramai menggelar pasar murah minyak goreng. Itu pula yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Selain di Gubeng, operasi serupa digelar di Kecamatan Tandes dan Sawahan. Namun di Gubeng yang berlangsung ricuh.
KEPENTINGAN RAKYAT
“Krisis minyak telah menggerogoti moral masyarakat. Budaya sabar daan santun yang dulu menjadi nilai utama masyarakat Indonesia, kini menjadi hal yang asing,” ujar Sosiolog Hendrawan Santoso menggambarkan tingginya tensi emosi masyarakat karena kebijakan pemerintah yang cenderung bias. Ditegaskannya, jika moral bangsa tidak ingin runtuh, visi dan sikap pemerintah harus tegas dan jelas dalam membela serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Sebab, menurut Hendrawan, publik tak bisa lagi diharapkan kesabaraannya ketika dihadapkan pada persoalan hajat hidup. Krisis minyak, baik minyak tanah maupun minyak goreng telah menggerus moral masyarakat secara sistemik. Itulah sebabnya, kata dia, mengapa operasi pasar selalu diwarnai kericuhan. Tidak terkecuali Operasi Pasar minyak goreng di lapangan Softball Jl.Dharmawangsa, kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng. Antrean warga yang ingin mendapatkan minyak goreng sebanyak 2 liter (harga Rp 19.500 per kepala keluarga) hingga mencapai 50 meter, berubah amuk massa ketika merasa dirugikan. Truk pembawa minyak goreng menjadi sasaran kemarahan warga. Beruntung kasus tersebut tak sampai melebar menjadi amuk massa yang beringas setelah mendapat jaminan bahwa warga mendapat minyak goreng murah.
Ditemui terpisah, Direktur Pusat Studi pengembangan Potensi Masyarakat Kota (PSP2M) Susilo Danurwindo, menyayangkan sikap pemerintah yang selalu menggunakan teori “peruntungan” dalam menangani persoalan publik. Bak orang berjudi, posisi pemerintah mengedepankan peruntungan nasib. Pemerintah tidak pernah memperhitungkan berbagai resiko. “Selain resiko yang bakal ditanggung publik juga resiko pasar”.
Danur mencontohkan kekosongan minyak goreng di pasaran Kalimantan Selatan dan Tengah. Ini juga terjadi di beberapa daerah lainnya. Yang aneh, kata dia, kekosongan minyak goreng curah justru terjadi menjelang dilaksanakannya operasi pasar oleh pemerintah setempat. Pemerintah juga tidak berusaha mencari tahu.
“Kini, praktek kotor yang dimainkan pedagang telah menjadi trend. Setiap akan diadakan pasar murah, tiba-tiba stock barang lenyap. Ini artinya operasi pasar tidak membawa manfaat. Apa artinya operasi pasar jika minyak tetap mencekik leher masyarakat,” tandasnya.
Ditegaskan oleh Danur, krisis minyak di dalam negeri tidak hanya dipacu mahalnya harga minyak goreng. Kebijakan pemerintah mengkonversi minyak tanah ke gas elpiji untuk menghemat APBN sebesar Rp 30 triliun juga mengikis harapan hidup masyarakat. Pemerintah dinilainya ambivalen. Di satu sisi berketetapan keras meniadakan subsidi minyak tanah, tetapi di sisi lain pemerintah tidak menjamin meratanya distribusi pembagian kompor dan tabung gas kepada masyarakat miskin. Pemerintah juga tidak menjamin amannya distribusi gas elpiji.
MENYEDIHKAN
Peristiwa yang cukup menyedihkan bahkan terjadi sebagaimana diberitakan harian Jawa Pos (10/4). Seorang warga Tandes, Surabaya, bernama Siti Suyono (42 tahun) meninggal dunia setelah antre minyak tanah di Tandes. Slamet, suaminya menceritakan sejak pukul 07.00 Siti sudah berada di barisan para pengantre minyak tanah (mitan), disebuah agen di kawasan tandes. Pangkalan mitan itu jaraknya 200 mter. Karena itu, Siti cukup berjalan kaki untuk sampai pangkalan. Memang, kata Slamet selama ini keluarganya menggunakan kompor minyak untuk keperluan masak memasak, sehingga ketika mitan ditarik Pertamina sebagai bagian dari program konversi mitan ke elpiji, Slamet dan istrinya kelabakan. Sudah beberapa kali keluarga itu harus mencari mitan yang makin langka di pasaran tersebut.
Sementara itu ketika dimintai pendapatnya, Sjamsul Huda, anggota Komisi B DPRD Jatim menyampaikan, bahwa fenomena menyedihkan yang terjadi di lapangan hendaknya menjadi perhatian serius dari pemerintah, khususnya Pertamina. “Kalau perlu hentikan sementara konversi tersebut sampai betul-betul jaringan distribusi elpiji lancar dan tidak ada perbedaan harga elpiji tabung kecil dengan tabung besar, kemudian mitan juga jangan buru-buru ditarik, cukup naikkan saja sebesar harga solar.”ujarnya. Lalu lakukan konversi pada daerah tertentu sebagai pilot proyek, sebelum ditetapkan pada seluruh daerah, imbuh Sjamsul Huda.
“Bila dilanjutkan tanpa peduli kesulitan masyarakat hal ini akan mengancam kelangsungan kehidupan berbangsa. Potret sosial yang buram ini, memicu percepatan tekanan emosi dan integritas manusia sebagai insan sosial. Sebagai bukti, selain mulai kehilangan jati diri, masyarakat juga cepat marah dan mudah putus asa.” tandasnya.
Nasi Bakar, Tujuh Rasa Menggugah Selera


Jember, Jawa Timur - Nasi bakar yang sudah banyak dikembangkan disejumlah daerah di tanah air saat ini juga mulai digandrungi warga Jember, Jawa Timur. Aneka cita rasa nasi bakar kini bisa dinikmati warga kota tembakau ini dengan hadirnya rumah makan yang khusus menyajikan makanan nasi bakar. Sebagaimana namanya, nasi bakar disajikan setelah dibakar diatas perapian.
Meski terbilang baru, kehadiran menu nasi bakar di Jember, Jawa Timur ternyata cukup mendapat sambutan hangat dari pembeli. Buktinya, Warung Jajanan Bandung yang berdiri di Jalan Kalimantan yang merupakan kawasan kampus ini tidak pernah sepi dari pembeli.
Disebut nasi bakar tujuh rasa karena kedai ini menyuguhkan tujuh pilihan rasa sekaligus. Seperti rasa daging, ampela hati, oncom, ikan asin, telur pudang hingga iga sapi.
Cara memasaknya pertama nasi putih yang dicampur dengan beragam pilihan dibungkus dengan daun pisang. Selanjutnya nasi bungkus ini dibakar diatas kompor gas yang diberi penyekat yang terbuat dari aluminium.
Nasi bakar disajikan dengan lalapan seperti mentimun dan sambal tomat.
Yedi, pemuda asal Bandung yang mengenalkan menu ini mengatakan, sejak pertama menyajikan menu nasi bakar jumlah pelanggannya selalu bertambah dan tidak hanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa saja, tetapi juga dari para karyawan.
Rabu, 16 April 2008
Secangkir Teh Perlambat Kerusakan Sel dan Otak

Secangkir teh baik untuk otak karena memperlambat kerusakan sel dan menjaga daya ingat tetap tajam di usia tua, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan, Minggu (13/4). Penelitian selama empat tahun oleh para ilmuwan di Singapura itu menambah panjang daftar manfaat teh.
Setiap jenis teh akan menghasilkan manfaat yang sama, kata Professor Ng Tze Pin dari Departemen Obat Untuk Kesehatan Jiwa Universitas Nasional Singapura kepada The Sunday Times.
"Teh itu murah, tidak beracun dan dikonsumsi masyarakat luas," kata Ng.
Para ilmuwan universitas itu menemukan 'catechin', senyawa alami teh, yang melindungi sel-sel otak dari pembentukan protein yang merusak selama bertahun-tahun, yang menjaga kemampuan kognitif otak.
Kafein dalam teh, berbeda dengan yang terdapat dalam kopi, mengandung protein alami 'theanine', yang melawan efek samping dari kafein seperti peningkatan tekanan darah, sakit kepala dan kelelahan, menurut para ilmuwan.
Kerusakan sel otak, disebabkan oleh kombinasi hilangnya sel saraf, pengaruh gen, stroke ringan, dan peningkatan kadar protein yang merusak, terkadang menggiring penderita pada dementia (penyakit gangguan fungsi kognitif akibat kerusakan di otak karena faktor usia atau penyakit serius lainnya), menurut laporan itu.
Tim ilmuwan itu mempelajari kebiasaan minum teh dari 2.501 orang China berusia 55 tahun ke atas dari September 2003 hingga Desember 2005. Kesehatan pasien, jangka waktu pengamatan, bahasa yang digunakan dan kemampuan spatial para responden diamati. Kebiasaan minum teh mereka juga dimonitor.
Sekitar 38 persen tidak minum teh. Dua puluh sembilan persen minum hanya satu jenis teh dan sisanya minum aneka jenis teh.
Dua pertiga dari para peminum teh menjaga nilainya dalam tes daya ingat dua tahun kemudian. Di antara para bukan peminum teh, 35 persen terlihat mengalami penurunan nilai rata-rata dua poin, yang menunjukkan data penurunan kognitif.
Teh adalah faktor istimewa yang menjaga sel otak tetap sehat. Namun, hal itu tidak dapat tercipta hanya dengan minum teh. Masih diperlukan sebuah kebiasaan baik seumur hidup serta diet yang seimbang tentunya.
Selasa, 15 April 2008
Mulan Kemungkinan Akan Jadi Saksi Dhani – Maia

Sidang lanjutan gugatan cerai, Ahmad Dhani – Maia Estianty, dua minggu ke depan dengan agenda pemeriksaan bukti tertulis dan saksi–saksi di PA Jaksel, ada kemungkinan menghadirkan Mulan Jameela sebagai saksi. Namun pengacara Maia, Shella Salomo belum bisa memastikannya. "No comment, tapi kalau memang perlu akan kita ajukan," ujarnya usai sidang.
Sementara untuk sidang kali ini (Selasa, 15/4) dengan agenda duplik terhadap rekonvensi dari Dhani tentang hak asuh anak dan pembagian harta, pihak Maia melalui kuasa hukumnya Shella Salomo meminta Dhani fair. "Kita sudah memberikan keterangan tentang harta Maia semuanya, sebaliknya Dhani juga harus. Demikian juga soal utang 20 milyar, Maia juga harus tahu asal usulnya, dan untuk apa, tidak hanya sekedar ikut membayar," kata Shella.
Mengenai soal anak, seperti dikatakan Shella, seharusnya Maia juga diberi kesempatan yang sama seperti Dhani.
"Memang benar anak di bawah umur 12 tahun berada dalam asuhan ibunya. Tetapi kenyataannya, Maia lebih banyak bekerjanya daripada ngurus anak," sangkal Lidya Wongsonegoro, kuasa hukum Dhani.
Dan untuk agenda ke depan dua minggu lagi, seperti yang telah dilansir di atas. Pihak Maia telah siap dengan bukti tertulis dan saksi–saksi. "Untuk sementara saksi–saksi kita utamakan dari pihak keluarga dulu," ujarnya.
Senin, 14 April 2008
Tas Menjadi Kebutuhan Utama
Kebutuhan akan tas di kalangan masyarakat sudah menjadi kewajiban. Seperti yang terlihat di salah satu pusat perbelanjaan di Tulungagung. Tak hanya untuk para pekerja, pelajar pun juga membutuhkannya. Bagi mereka yang masih bersekolah, tas bisa menjadi kebutuhan utama. Bahkan bagi cowok dan cewek, model tas sekolahnya tidak sama. Untuk cowok biasanya menggunakan tas ransel. Tas ransel memang lebih pantas digunakan cowok. Padahal tas ransel sendiri mempunyai dua jenis kapasitas. Yaitu kapasitas 5 liter dan 10 liter. Umumnya tas sekolah menggunakan kapasitas 5 liter. Sedangkan kapasitas 10 liter biasanya digunakan untuk hicking (naik gunung)
Jika cewek menggunakan tas ransel, biasanya menggunakan warna-warna cerah seperti pink, merah, atau hijau. Motifnya juga lebih feminim. Bergambar boneka atau bunga. Permintaan tas untuk anak-anak SD dan TK pun berbeda modelnya. Kebanyakan mereka lebih mencari model troli. Selain tas sekolah, juga ada tas pinggang dan tas paha. Pada dasarnya kedua tas ini mempunyai fungsi yang sama. Yakni untuk menyimpan berbagai barang kecil. Misalnya handphone, SIM, STNK ataupun dompet. Antara tas paha dan tas pinggang ini tergantung kebutuhan. Karena juga bisa untuk bergaya.
Jika cewek menggunakan tas ransel, biasanya menggunakan warna-warna cerah seperti pink, merah, atau hijau. Motifnya juga lebih feminim. Bergambar boneka atau bunga. Permintaan tas untuk anak-anak SD dan TK pun berbeda modelnya. Kebanyakan mereka lebih mencari model troli. Selain tas sekolah, juga ada tas pinggang dan tas paha. Pada dasarnya kedua tas ini mempunyai fungsi yang sama. Yakni untuk menyimpan berbagai barang kecil. Misalnya handphone, SIM, STNK ataupun dompet. Antara tas paha dan tas pinggang ini tergantung kebutuhan. Karena juga bisa untuk bergaya.
Tas Menjadi Kebutuhan Utama
Kebutuhan akan tas di kalangan masyarakat sudah menjadi kewajiban. Seperti yang terlihat di salah satu pusat perbelanjaan di Tulungagung. Tak hanya untuk para pekerja, pelajar pun juga membutuhkannya. Bagi mereka yang masih bersekolah, tas bisa menjadi kebutuhan utama. Bahkan bagi cowok dan cewek, model tas sekolahnya tidak sama. Untuk cowok biasanya menggunakan tas ransel. Tas ransel memang lebih pantas digunakan cowok. Padahal tas ransel sendiri mempunyai dua jenis kapasitas. Yaitu kapasitas 5 liter dan 10 liter. Umumnya tas sekolah menggunakan kapasitas 5 liter. Sedangkan kapasitas 10 liter biasanya digunakan untuk hicking (naik gunung)
Jika cewek menggunakan tas ransel, biasanya menggunakan warna-warna cerah seperti pink, merah, atau hijau. Motifnya juga lebih feminim. Bergambar boneka atau bunga. Permintaan tas untuk anak-anak SD dan TK pun berbeda modelnya. Kebanyakan mereka lebih mencari model troli. Selain tas sekolah, juga ada tas pinggang dan tas paha. Pada dasarnya kedua tas ini mempunyai fungsi yang sama. Yakni untuk menyimpan berbagai barang kecil. Misalnya handphone, SIM, STNK ataupun dompet. Antara tas paha dan tas pinggang ini tergantung kebutuhan. Karena juga bisa untuk bergaya.
Jika cewek menggunakan tas ransel, biasanya menggunakan warna-warna cerah seperti pink, merah, atau hijau. Motifnya juga lebih feminim. Bergambar boneka atau bunga. Permintaan tas untuk anak-anak SD dan TK pun berbeda modelnya. Kebanyakan mereka lebih mencari model troli. Selain tas sekolah, juga ada tas pinggang dan tas paha. Pada dasarnya kedua tas ini mempunyai fungsi yang sama. Yakni untuk menyimpan berbagai barang kecil. Misalnya handphone, SIM, STNK ataupun dompet. Antara tas paha dan tas pinggang ini tergantung kebutuhan. Karena juga bisa untuk bergaya.
Langganan:
Postingan (Atom)