Sahabat Kena Narkoba, Tumbal Pengajak Tobat
Di antara teman-temanku, ada satu yang meninggalkan kesan mendalam. Dia adalah temenku SMA. Sebut aja Anton. Aku kenal Anton sejak kelas satu. Karena sering main-main ke rumahnya, aku jadi kenal sama keluarga Anton. Nah, karena paling akrab sama keluarga Anton itulah, aku pernah dimanfaatkan mamanya.
Yah, memang bukan disuruh-suruh, sih. Tapi, urusannya malah jauh lebih susah karena berurusan sama narkoba. Ya, aku diutus mama Anton untuk mengajak anaknya kembali ke jalan yang benar. Hiyaa…
Kapan Anton mulai kena jerat narkoba? Aku juga nggak tahu. Yang jelas, kelasku memang punya dua geng besar. Pertama geng olahraga, kedua geng anak nongkrong. Nah, aku termasuk golongan pertama. Maklum, aku memang paling nggak tahan kalau lihat bola basket. Rasanya pengin aku mainkan. He he he.
Meskipun punya dua aliran, bukan berarti kelas kami pecah. Kami cuma ngegeng karena beda minat aja.
Nah, awalnya Anton tergabung dalam geng olahraga. Tapi, nggak tahu kenapa, masuk kelas dua, dia memisahkan diri. Mendadak, dia sering hang out sama anak nongkrong. Aku dan anak-anak olahraga mengira Anton cuma jenuh. Tapi, lama-lama Anton jadi nggak pernah main basket. Wah, kami heran juga. Tapi, mau gimana lagi?
Akhirnya, aku tahu alasan Anton pindah geng dari mama Anton. Waktu itu, aku ditelepon mamanya. Beliau bilang, Anton ketahuan bawa narkoba di tasnya! Sumpah, waktu itu aku kaget banget. Anton, kok bisa sih?
Seketika itu, ada rasa bersalah saat tahu tragedi yang menimpa sahabat baikku tersebut. Kenapa aku nggak pernah tanya-tanya sama dia ya? Apalagi, pas mendengar suara mama Anton di telepon. Aduuh… aku kasihan dan simpati banget sama beliau.
Sejak itu, mama Anton selalu telepon dan minta tolong agar anaknya nggak deket-deket sama geng nongkrong. Wah, tugas susah tuh! Apalagi, anak yang udah kena narkoba gitu kan pasti bakal kena pengaruh terus dari temen-temen sesama pemakai.
Aku pun memutar otak. Akhirnya, aku pilih pakai cara halus. Tiap senggang, terutama weekend, aku selalu ajak Anton main basket bareng. Kalau dia bilang ada janji, aku tetep maksa. Bahkan, aku sering pakai acara ngotot segala.
Sejak Anton menjalani rehabilitasi sampai udah keluar, aku terus mendampingi. Saat itu, aku bener-bener ikhlas menolong. Aku tahu Anton anak baik. Sebelum kena barang haram tersebut, prestasi Anton di kelas lumayan. Apalagi prestasi di lapangan basket. Top, deh. Syukur, lama-lama Anton sadar. Karena mulai terbiasa nggak menyentuh narkoba, dia nggak mau lagi pakai barang haram itu. (put/dat)
Yogi Finanda
Pemain Film Apa Artinya Cinta
Kamis, 27 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar